Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2026
Gambar
 MEMELUK DIRI SENDIRI    Setiap raga pasti merasakan yang namanya sakit. Begitupun dengan jiwa yang tidak mungkin tidak diziarahi lara. Sebagai manusia juga mau bangkit dan menyudahi semua cerita yang memilukan, namun bagaimana bisa bersahabat dengan masa lalu?    Tiap pagi kita terbangun dari kasur untuk kembali bertarung sembari disambar oleh pertanyaan, “apa lagi untuk hari ini?”. Sarapan terasa makin hambar ketika pikiran kembali diterkam pekerjaan yang belum tuntas di kemarin hari, minggu lalu, bulan lalu, bahkan tahun lalu. Beban perasaan yang masih juga menyelimuti roda-roda motor menuju tujuan kita bertaruh pagi itu disandingkan dengan lautan ojek online. Kamu tidak sendirian, semua yang berada di bawah matahari juga merasakan perasaan yang sama. Yang kamu butuhkan untuk bebas dari kerangkeng duka adalah dirimu sendiri. Saya jelas bukan orang yang ahli dalam dunia psikologi, namun saya juga sama seperti kalian yang ikut terombang-ambing di pergelutan har...
"Kisah Dua Penjual Kopi" Di sebuah desa yang sejuk, hiduplah dua orang sahabat bernama Budi dan Dedi. Keduanya sama-sama memiliki usaha kopi. Budi sangat percaya diri. Ia menggunakan biji kopi pilihan dengan kualitas terbaik dan dijual dengan harga yang sangat murah. "Pasti laris manis," pikir Budi. "Kopi saya paling enak dan paling murah, orang pasti akan datang sendiri." Namun anehnya, warung Budi sering sepi. Ia hanya duduk diam menunggu pembeli datang tanpa melakukan apa-apa. Berbeda dengan Dedi. Jujur saja, kopi buatan Dedi rasanya biasa saja, tidak seistimewa kopi Budi. Tapi Dedi punya cara pikir yang berbeda. Sebelum menjual, Dedi berkeliling desa bertanya pada warga: "Pak, Bu, biasanya minum kopi yang seperti apa? Yang manis atau pahit? Mau yang bisa dibawa pergi atau yang dinikmati di tempat?" Dari situ, Dedi tahu bahwa warga desa butuh kopi yang praktis, manis pas, dan bisa dibawa saat pergi ke sawah. Maka, Dedi tidak menyajikan kopi di...