MEMELUK DIRI SENDIRI

   Setiap raga pasti merasakan yang namanya sakit. Begitupun dengan jiwa yang tidak mungkin tidak diziarahi lara. Sebagai manusia juga mau bangkit dan menyudahi semua cerita yang memilukan, namun bagaimana bisa bersahabat dengan masa lalu?


   Tiap pagi kita terbangun dari kasur untuk kembali bertarung sembari disambar oleh pertanyaan, “apa lagi untuk hari ini?”. Sarapan terasa makin hambar ketika pikiran kembali diterkam pekerjaan yang belum tuntas di kemarin hari, minggu lalu, bulan lalu, bahkan tahun lalu. Beban perasaan yang masih juga menyelimuti roda-roda motor menuju tujuan kita bertaruh pagi itu disandingkan dengan lautan ojek online. Kamu tidak sendirian, semua yang berada di bawah matahari juga merasakan perasaan yang sama. Yang kamu butuhkan untuk bebas dari kerangkeng duka adalah dirimu sendiri.

Saya jelas bukan orang yang ahli dalam dunia psikologi, namun saya juga sama seperti kalian yang ikut terombang-ambing di pergelutan harian. Di waktu yang sempit ini saya mau sedikit berbagi cerita yang mungkin bisa memberikan kita secercah harapan untuk kembali sanggup membuka mata di esok hari.

Semua pemulihan pasti perlu memerlukan proses, tidak terkecuali proses pemulihan diri sendiri. Selain raga kita yang biasa tergores atau terbanting ini, jiwa kita pun mengalami luka yang jauh lebih biru. Mungkin hati kita belum bisa melupakan cacian dari kerabat dekat, ditinggalkan tambatan hati, gagal menggapai harapan, atau diludahi oleh ribuan tolakan.

Coba sekarang kita bisa menyempatkan waktu sedikit saja untuk merefleksi batin kita sendiri. Putar lagu-lagu penenang dari handphone, ambil segelas air putih atau susu hangat, dan posisikan diri kita senyaman mungkin.

Bagi saya, proses self healing adalah sebuah perjalanan berkawan dengan hal-hal yang menyakiti hati kita sampai meninggalkan stempel unfinished business. Tentu banyak cara yang bisa dilakukan dan yang tahu adalah diri kalian masing-masing, karena percayalah tidak ada orang yang mengenal diri sendiri selain kalian sendiri, mau kata apapun yang dilontarkan oleh orang lain terhadap diri kalian. Tidak mungkin rasanya mencoba mengingat-ingat kebaikan yang pernah kita lakukan di saat kelam berada tepat di atas rambut kita. Maka yang terbaik adalah cobalah berjabat tangan dengan luka kita.

Saya tidak sadar bahwa selama ini yang saya lakukan adalah self healing. Semua tulisan saya sejak saya duduk di bangku SD adalah cerita-cerita personal dengan balutan yang beraneka ragam. Mulai dari cerita komedi a la Raditya Dika, puisi-puisi bergaya Aan Mansyur, hingga detik ini saya menuangkan esai. Saya berusaha mengeluarkan benih-benih kepedihan yang terpendam di bawah kulit saya. Di mana dengan mengekspresikannya dalam bentuk bait-bait, saya bisa merasa lebih lega karena tiap frasa yang saya ketikkan mewakilkan perasaan yang lama saya peluk.

Bagi saya, kita tidak mungkin bisa mengubur atau melawan cacat yang berada di sanubari. Mulailah berdialog dengan diri sendiri, karena dengannya kita bisa memaafkan bahkan bisa memperbaiki diri sendiri di kemudian hari. Secara tidak langsung yang kita lakukan membentuk kepribadian diri yang resilien terhadap kondisi apapun sebab kita tidak akan berusaha menjauhkan diri dengan sang konflik.

Pekerjaan rumah kita malam ini adalah bertanya kepada isi kepala sendiri, bagaimana saya bersalaman dengan cedera saya? Mungkin dengan menulis juga kalian bisa mencoba, namun bukankah kita diciptakan untuk berbeda? Masih ada 1001 cara lain dan tidak ada salahnya untuk mencoba, seperti pepatah Chris Martin, but if you never try you never know. Siapa tahu di percobaan yang ke-23 kali adalah obat paling manjur dan 22 percobaan sebelumnya menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk di koleksi dalam tas pelajaran.

Pada akhirnya penyembuhan luka jiwa kita akan membuahkan self acceptance. Yang mana otak dan hayat kita sudah membentuk state of mind bahwa saya bersyukur dengan beginilah adanya. Mau dihantam oleh ombak setinggi apapun, sukma sudah membentuk antibodi melawan gelap gulita sang duka.

Karena bagi saya, kita semua yang berada di bawah dekapan rembulan berhak untuk mencintai diri sendiri dan bahagia. Doa saya kepada kesembuhan luka memayungi kalian semua.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wardah Glasting Liquid Lip 💋

Meoww ci Manjaww